Senin, 11 Februari 2013

Kamis, 24 Januari 2013

Tahapan Pemeriksaan Laboratorium Klinik

Berikut adalah tahap dalam pemeriksaan laboratorium :

Pre-Analitik : Dalam tahap ini dituntut selalu harus dilakukan oleh setiap laboratorium klinik mulai dari persiapan alat laboratorium dan persiapan pasien antara lain :
        - Persiapan pasien
        - Pengambilan dan Penampungan spesimen
        - Penanganan spesimen
        - Pengiriman spesimen
        - Pengolahan dan Penyimpanan spesimen

Analitik : Tahap ini harus ekstra teliti dalam memulai pemeriksaan laboratorium, yang termasuk dalam tahapan analitik antara lain :
        - Pemeriksaan spesimen
        - Pemeliharaan dan Kalibrasi alat
        - Uji kualitas Reagen
        - Uji Ketelitian
        - Uji Ketepatan 

Post Analitik
        - Penulisan hasil
        - R / R

Senin, 29 Oktober 2012

Psikologi Facebook

Facebook kian marak. Hampir semua lapisan masyarakat meggunakan facebook. Mulai dari anak sekolah, mahasiswa(i), pekerja, ibu rumah tangga sampai dengan bayi pun ada. Menurut penulis, ada beberapa hal yang belum optimal dalam penggunaan facebook. Berikut ini, akan dijelaskan kekurangoptimalan penggunaan facebook ; Pertama, alasan penggunaan facebook. Beberapa alasan mengapa individu menggunakan facebook yaitu, agat tidak dikatakan ketinggalan zaman, supaya tambah terus teman karena bila tidak ada teman nanti malah dibilang kuper alias kurang pergaulan, buat promosi atau jualan, menjalin ukhuwah dan masih banyak lagi alasan yang lainnya. Banyak produk-produk yang ditawarkan melalui media facebook, dan anehnya banyak kasus yang ditemukan diantaranya barang yang dipromosikan tidak sesuai dengan aslinya. Meskipun banyak juga yang barang aslinya sama persis seperti apa yang dipromosikan di facebook. Khusus yang terakhir, agar facebook dapat lebih optimal harusnya facebook dijadikan media untuk terus menjalin komunikasi dan terus dapat memperkuat silaturrahmi terhadap sesama. Bukankah Allah SWT telah berfirman ; Kuciptakan manusia berbangsa-bangsa, bersuku-suku untuk saling mengenal satu sama lain? Untuk itu, mulai saat ini ubah niat kita menggunakan facebook yaitu bukan hanya takut dibilang kuper, gengsi kalau temannya sedikit, menjual barang-barang yang tidak sesuai aslinya, dan aspek lainnya yang membuat facebook jadi tidak optimal. Harusnya facebook dijadikan sebagai media silaturrahmi, menjalin ukhuwah dan mampu memberikan proses peNYADARan bila sewaktu-waktu tutur bahasa dan perilakunya menyimpang. Kedua, masih banyak individu yang asal-asalan dalam mengkonfirmasi teman. Seperti yang sudah dibahas di atas, bahwa tidak mempunyai teman dalam facebook sungguh menjadikan individu tersebut malu. Mengapa harus malu? Toh asal-asalan dalam berteman justru membuat individu tidak nyaman karena bisa saja teman tersebut tidak seperti yang diinginkan. Ironisnya, justru ada juga yang berlomba-lomba untuk mendapatkan teman sebanyak mungkin di facebook, meskipun teman tersebut malah tidak dikenalnya. Sungguh sangat disayangkan hal tersebut dilakukan, harusnya untuk lebih selektif dalam mengkorfirmasikan teman karena bisa saja justru teman tersebut malah mengajak kepada perilaku yang tidak baik. Ketiga, individu mengunakan nama samaran. Menanggapi hal itu, ada facebooker yang tidak bangga dengan dirinya sendiri. Alasan mereka biar gaul gitu, padahal mungkin menurut hemat penulis justru malah membuat teman lainnya semakin bingung karena nama yang tertera dalam facebook justru bukan nama sebenarnya. Apa yang membuat individu tidak nyaman menggunakan nama sendiri? Apa karena kurang percaya diri? Atau malah apa? Padahal kalau mau dilihat lebih lanjut begitu banyak POTENSI yang Allah SWT berikan kepada kita namun masih banyak yang belum menyadarinya? Kemudahan memberikan nama asli adalah agar lebih dikenal oleh teman-teman yang akan mengkonfirmasinya dan supaya tujuan dari berteman juga jelas adanya seperti yang sudah penulis sampaika pada aspek pertama diatas. Keempat, individu terlalu cepat mengklik “suka”. Dengan kata lain terlau mudah untuk menyukai status atau statement teman di facebook. Terlepas apa masalahnya pokoknya klik “suka” selesai. Menurut penulis, ada hal yang kurang nyaman dilakukan yaitu menyukai status teman yang sedang galau, sedih, tertimpa musibah atau aspek peRASAan negatif lainnya. Sungguh sangat disayangkan, masa sih meyukai keadaan orang yang lagi tertimpa musibah, sedih atau yang lainnya. Menurut yang penulis pahami, bahwa kata SUKA artinya SENANG. Apakah pantas teman yang sedang tertimpa musibah lantas malah bersenang-senang? Apakah baik bila senang diatas penderitaan orang lain? Penulis yakin pastinya jawabanya TIDAK. Oleh karenanya, mulai saat ini berhenti untuk bersenang-senang atas penderitaan orang lain. Semua tindakan dikembalikan kepada masing-masing individu. TERIMA KASIH sudah MAU membaca tulisan ini. TOLONG berikan kritikan yang membangun demi terwujudnya sesuatu menuju keSEMPURNAan diri, menjadi lebih baik kedepannya. Mohon MAAF tulisan ini saya tulis hanya sekedar untuk mengingatkan bukan semata-mata mengkritisi individu. Berangkat dari kegelisahan penulis terhadap sesuatu yang ada pada penggunaan facebook yang belum optimal mengarah kepada keBAIKan....Semoga tulisan ini bermanfaat....!!! ya Semoga......!!! Oleh : Azwar Djafar ( staf Dinkes Kabupaten Aceh Utara )