Jumat, 17 Juli 2009

Mikrobiologi Medis Pemeriksaan dan cara membuat biaakan urine

Urine
Urine yang disekresi dalam ginjal bersifat steril kecuali jika ginjal terinfeksi. Urine dalam kandung kemih yang tidak terkontaminasi juga steril dalam keadaan normal. Namun, uretra mengandung flora mengandung flora normal sehingga urine normal yanhg dikeluarkan mengandung sedikit bakteri. Oleh karena penting untuk membedakan organisme yang mengontaminasi dengan organisme penting secara etiologis, hanya pemeriksaan urine kuantitatif yang dapat memberikan hasil berarti.

Pemeriksaan Mikroskopik
Pemeriksaan mikroskopik sederhana. Setetes urine segar yang yang tidak disentrifugasi ditempatkan pada slide, ditutup dengan kaca penutup, dan diperiksa dengan intensitas cahaya terbatas di bawah objektif-kering tinggi mikroskop klinis biasa dapat memperlihatkan leukosit, sel epitel, dan bakteri jika terdapat lebih dari 105/ml. Ditemukan 105 organisme per mililiter pada spesimen urine yang dikumpulkan secara tepat dan diperiksa merupakan bukti kuat adanya infeksi aktif saluran kemih. Apusan urine midstream tidak disentrifugasi dengan pewarnaan gram yang memperlihatkan batang gram negative bersifat diagnostic untuk infeksi saluran kemih.
Sentrifugasi urine yang singkat dapat menghasilkan sedimentasi sel plus, yang dapat membawa bakteri dan oleh karena itu dapat membantu diagnosis mikroskopik infeksi. Adanya unsure lain yang terbentuk dalam sediment atau adanya proteinuria merupakan bantuan kecil langsung dalam identifikasi spesifik infeksi aktif saluran kemih. Sel pus mungkin ada tanpa bakteri, dan sebaliknya, bakteriuria dapat terjadi tanpa piuria. Adanya banyak sel epitel skuamosa, laktobasilus, atau campuran flora pada biakan menunjukkan pengumpulan urine yang tidak baik. Beberapa dipstick urine mengandung leukosit esterase dan nitrit, dan penghitungan sel polimorfonuklear serta bakteri, masing-masing dalam urine. Reaksi positif merupakan bukti kuat terjadinya infeksi saluran kemih oleh bakteri.
Pemeriksaan bakteriologi urine dilakukan terutama bila tanda atau gejala menunjukkan infeksi saluran kemih, insufisiensi ginjal, atau hipertensi. Pemeriksaan tersebut sebaiknya dilakukan pada orang yang dicurigai menderita infeksi sistematik atau demam yang tidak diketahui penyebabnya. Pemeriksaan bakteriologi sangat diperlukan bagi perempuan dalam trimester pertama kehamilan (Jewetz, 2007)

Biakan
Biakan urine harur dilakukan secara kuantitatif. Urine yang dikumpulkan secara tepat dibiak dalam jumlah terukur pada medium padat, dan koloni yang tampak setelah inkubasi dianggap menunjukkan jumlah bakteri per mililiter. Prosedur yang lazim adalah menyebarkan 0,001-0,05 ml urine yang tidak diencerkan pada lempeng agar darah dan medium padat lain untuk biakan kuantitatif. Semua medium diinkubasi semalaman pada 370 C; kemudian densitas pertumbuhan dibandingkan dengan fotograf densitas pertumbuhan yang berbeda untuk bakteri yang serupa, akan memberikan data semikuantitatif.
Pada pielonefritis, jumlah bakteri dalam urine yang dikumpulkan dengan keteter ureteral relative rendah. Saat pengumpulan dalam kandung kemih, bakteri memperbanyak diri secra cepat kemudian mencapai jumlah lebih dari 105/ml jauh lebih banyak daripada yang dapat terjadi sebagai kontaminasi oleh flora uretra atau kulit atau dari udara. Oleh karena itu, secara umum disetujui bahwa jika lebih dari 105koloni/ml dibiak dari pengumpulan yang tepat dan specimen urine yang dibiakkan secara baik, akan menunjukkan secra kuat terjadinya infeksi aktif saluran kemih. Adanya lebih dari 105 bakteri jenis yang sama per mililiter dalam dua spesimen berturut-turut menegakkan diagnosis infeksi aktif saluran kemih dengan kepastian 95%. Jika lebih sedkit baketri dibiak, pemeriksaan urine ulang diindikasikan untu menegakkan adanya infeksi.
Adanya bakteri kurang dari 104 per mililiter, termasuk beberapa jenis bakteri yang berbeda, menunjukkan bahwa organisme berasal dari flora normal dan kontaminan, biasanya dari spesimen yang dikumpulkan secara tidak tepat. Adanya 104¬/ml satu jenis batang gram negative enterik sangat kuat menunjukkan infeksi saluran kemih, terutama pada laki-laki. Kadang-kadang, perempuan muda dengan disuria akut dan infeksi saluran kemih akan empunyai bakteri sebayak 102-103¬¬/ml. jika biakan negatif tetapi ada tanda klinis infeksi saluran kemih, “sindrom uretra”, obstruksi ureter, tuberkolosis kandng kemih, atau penyakit lain harus dipikirkan (Jewetz, 2007).

DAFTAR PUSTAKA
Jewetz, 2007, Mikrobiologi Kedokteran, Cetakan I Edisi 23, Jakarta : Buku Kedokteran EGC

http://dprayetno.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar