Sabtu, 29 Agustus 2009

Hipertensi dan gangguan fungsi ginjal

Hipertensi

Hipertensi merupakan penyakit yang terjadi akibat peningkatan tekanan darah. Berdasarkan ISH/WHO dan JNC 7 Report 2003, seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila memiliki tekanan darah 140/90 mmHg. Kebannyakan penderita hipertensi tidak memberikan gejala sehingga dikenal juga sebagai "Silent Desease". Keadaan hipertensi yang tidak dikendalikan dapat menimbulkan komplikasi berupa kerusakan organ target.

Komplikasi Hipertensi
Organ yang paling sering menjadi target kerusakan akibat hipertensi adalah :
  • Otak, Dapat menyebabkan Stroke
  • Jantung, dapat menyebabkan PJK dan gagal jantung
  • Ginjal, dapat menyebabkan penyakit ginjal kronik dan gagal ginjal terminal
  • Mata, dapat menyebabkan retinopati hipertensi dan dapat menimbulkan kebutaan.
Ginjal

Ginjal merupakan sepasang organ yang terletak dibagian belakang rongga perut.
Fungsi utam ginjal :
  1. Mengatur keseimbangan cairan tubuh dan tekana darah
  2. Membuang zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh dalam bentuk urine.
  3. Fungsi metabolisme dan endokrin
adanya gangguan fungsi ginjal dapat menyebabkan gangguan keseimbangan air dan elektrolit, yang akibatnya dapat menimbulkan gangguan pada pengaturan tekanan darah jangka panjang.

Kaitan Hipertensi dengan Ginjal

Hipertensi berkaitan erat dengan ginjal. ginjal berperan pada pengaturan tekanan darah dan salah satu komplikasi hipertensi adalah terjadinya gangguan pada ginjal.

adanya hipertensi dapat menyebabkan pembuluh darah pada ginjal mengkerut, sehingga aliran nutrisi ke ginjal terganggu, dan akibatnya sel-sel pada ginjal akan rusak. Pada akhirnya akan terjadi gangguan fungsi ginjal.

Sebaliknya, adanya kelainan tertentu pada ginjal, dapat menyebabkan hipertensi, misalnya penyempitan pembuluh arteri di ginjal ( dikenal denngan sebutan stenosis arteri renal ).

Pemeriksaan Laboratorium

Panel Evaluasi Awal Hipertensi

Bermanfaat untuk mencari kemungkinan penyebab hipertensi, menilai adanya resiko kerusakan organ target dan menentukan adanya faktor-faktor lain yang mempertinggi resiko PJK dan Stroke.
Pemeriksaan panel ini dilakukan setelah di diagnosis hipertensi dan sebelum memulai pengobatan.
  • Hematologi Rutin
  • Urine Rutin
  • Glukosa Puasa
  • Glukosa 2 jam PP
  • Cholesterol total
  • Cholesterol HDL
  • Cholesterol LDL Direk
  • Trigliserida
  • Apo B
  • Satus Antioksidan Total
  • hs-CRP
  • Urea-N
  • Kreatinin
  • Asam Urat
  • Mikroalbimin
  • Kalium
  • Natrium
Panel Pengelolaan Hipoertensi
Bermanfaat untuk memantau keberhasilan terapi dan memperkirakan prognosis penyakit :
  • Urine Rutin
  • Glukosa Puasa
  • Cholesterol total
  • Cholesterol HDL
  • Cholesterol LDL Direk
  • Trigliserida
  • Apo B
  • Urea-N
  • Kreatinin
  • Asam Urat
  • Mikroalbimin
  • Kalium
  • Natrium
  • hs-CRP
Panel Fungsi ginjal
Bermanfaat untuk menilai fungsi ginjal secara umum :
  • Urine Rutin
  • Kreatinin
  • Urea-N
  • Cystatin-C
  • Mikroalbumin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar